Selasa, 22 Oktober 2013

Sumber Energi Alternatif Dari Urine

Para Ilmuwan sedang mengembangkan urine sebagai sumber energi yang tidak berpolusi dan tidak akan habis. Peneliti dari Bristol Robotics Lab (BRL) University of Bristol sedang meneliti urine untuk dijadikan sebagai sel bahan bakar mikroba atau Microbial Fuel Cells (MFC), sehingga dapat digunakan sebagai penghasil energi tanpa menyebabkan polusi.

"Urine secara kimia sangat aktif, banyak mengandung nitrogen, urea, klorida, kalium dan bilirubin. Ini akan menjadi bahan bakar yang sangat baik untuk sel bahan bakar mikroba," ujar Dr Ioannis Ieropoulos, pemimpin studi, seperti dilansir Medindia, Rabu (1/9/2010).

Untuk meneliti energi ini, para peneliti telah menghabiskan lebih dari tiga tahun dalam mengembangkan robot yang dinamakan EcoBot-III. Robot ini berisi sejumlah sel bahan bakar mikroba dan menggunakan bahan limbah seperti lalat mati dan limbah air (urine) untuk menjalankannya.

Jika pengembangan sel bahan bakar mikroba menggunakan mikroorganisme untuk mengubah energi kimia menjadi energi listrik, maka cara kerja urine pun akan seperti itu.
 
Tidaka hanya untuk bahan sel bahan bakar mikroba, ternyata urine bisa dijadikan energi alternatif sebagai bahan bakar generator. Aina Adebola, Akindele Abiola, Faleke Oluwatoyin dan Bello Eniola merupakan penemu muda yang bisa merubah urin menjadi bahan bakar sebuah mesin generator. Meskipun mereka bukan lulusan perguruan tinggi, namun mereka mampu menciptakan sebuah terobosan yamg sangat bermanfaat. Tumbuh di daerah dengan sumber daya alam kecil, gadis-gadis itu terinspirasi untuk mengambil tantangan menciptakan sistem energi alternatif yang bisa dikembangkan lebih lanjut untuk memecahkan solusi energi dalam kehidupan masyarakat mereka.

Tidak Kalah dari bangsa lain, Indonesia juga mempunyai anak bangsa yang bisa merubah urine menjadi energi alternatif, Inovasi karya Nando Novia Hari Saputra dan Nurul Inayah Ba'da Maulidiyah itu disebut Photo Electro System, alat tersebut mengubah energi matahari dan urine menjadi bahan bakar penggerak mobil listrik.
Penelitian dua siswa kelas XI program IPA SMAN 10 Kota Malang, Jawa Timur, itu sebelumnya hanya membuahkan medali perak pada Indonesian Sciencearena International Young Inventors Project Olympiad 2012. Tapi, di Georgia, mereka menyabet medali emas, menyisihkan 107 peserta dari 40 negara. Inovasi yang dibiayai SMAN 10 sebesar Rp1,25 juta itu juga memiliki peluang untuk dikembangkan pada mobil sesungguhnya.
 
Mahasiswa Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Fajar Mardhi Hutama, Angga Pradikta Cahyono Purba, dan Teguh Saputra juga berhasil menciptakan sumber energi dari urine mereka menamakan temuan mereka dengan Amonia Fuel Cell (AFC).

Fajar menuturkan, ide tersebut muncul karena terinspirasi dari seniornya yang membuat karya dengan konsep elektrolis air. Setelah mencari pada sejumlah literatur, mereka menemukan elektrolis amonia memiliki keunggulan dibandingkan elektrolis air.

"Selain amonia melimpah di alam, penggunaan amonia juga membantu mengurangi pencemaran amonia di alam ini. Urine pun menjadi pilihan karena memiliki kandungan amonia yang cukup besar," ujar Fajar seperti dikutip dari ITS online, Jumat (25/11/2011)

Hasil karya tiga sekawan mahasiwa angkatan 2010 ini kerap kali menjuarai berbagai kompetisi karya tulis tingkat nasional. Di antaranya juara satu Festival Ilmiah Mahasiswa Universitas Negeri Sebelas Maret (FILM UNS), juara tiga Lomba Inovasi Tingkat Sederhana Universitas Brawijaya (LITS UB). Teranyar, meraih juara dua Kompetisi Inovasi Agroteknologi Institut Pertanian Bogor (KIA IPB).

Sejauh ini karya tulis ini sebatas konsep, sebab mereka terkendala dalam waktu dan biaya. "Selain dipresentasikan saat kompetisi, kami juga ingin AFC dapat dipresentasikan dalam seminar-seminal ilmiah nasional dan internasional," ungkap Fajar.
 
Sumber :  


Tidak ada komentar:

Posting Komentar