Selasa, 22 Oktober 2013

Perahu Motor Berbahan Bakar Gas

Jauh sebelum pemerintah mencanangkan pembatasan penggunaan BBM bersubsidi, para nelayan kecil di pesisir Kabupaten Kubu Raya telah melakukan konversi BBM dengan mengganti bahan bakar perahu motor mereka dengan gas LPG 3kg, tabung gas yang biasanya dipergunakan untuk kompor di dapur, dengan fasilitasi dari Lembaga Energi Hijau telah dikreasikan untuk digunakan sebagai pengganti bensin pada perahu motor mereka. Inovasi yang dilakukan berbuah hemat.  1 Tabung LPG 3 kg ternyata setara dengan 8 bensin liter.  Dari sisi harga, mereka mampu menghemat BBM hingga 4 kali lipat.  Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat tengah mengembangkan inovasi teknologi tepat guna mengganti bahan bakar bensin ke bahan bakar gas perahu bermotor nelayan. “Kami membentuk tim mengembangkan teknologi tepat guna mengkonversi bensin ke gas.Mesin yang kita kembangkan ini menggunakan dua bahan bakar yang dapat dipilih sendiri oleh masyarakat. Jadi mesinnya bisa menggunakan bahan bakar bensin, bisa juga bahan bakar gas,” kata Kepala Bidang Ikan Tangkap, Dinas Perikanan dan Kelautan Kubu Raya. Pengembangkan mesin sampan bermotor menggunakan bahan bakar gas didorong keprihatinan masih banyak nelayan yang terbebani dengan mahalnya harga bahan bakar. Dengan bahan bakar gas, nelayan bisa menghemat pengeluaran hingga empat kali lipat. Satu tabung gas 3 kg bisa digunakan untuk perjalanan selama 10 jam dengan jarak tempuh lebih dari 20 kilometer.Selain itu juga mengurangi emisi gas, karena mesin yang menggunakan bahan bakar gas ini sama sekali tidak mengeluarkan asap. Riset untuk pengembangan mesin tersebut selama enam bulan.   Sudah dilakukan beberapa kali uji coba dan hasilnya sangat memuaskan.  Mesin ini juga dapat menggunakan dua bahan bakar sekaligus, yaitu Bensin dan Gas. Institut Teknologi Bandung (ITB) mengeluarkan rekomendasi kelayakan dan pengembangan terhadap penggunaan perahu bermotor berbahan bakar bensin dan gas yang dibuat oleh Pemerintah Kabupaten Kubu Raya."Laboratorium Sistem Produksi FTI ITB turut mendukung upaya konversi BBM ke BBG ini dengan merancang sistem manufaktur konverter untuk implementasi lebih luas," kata Kepala Laboraturium Sistem Produksi FTI ITB, Prof Dr Ir Drajat Irianto di Sungai Raya.Sumber :  http://id.wikipedia.org/wiki/Gashttp://www.kuburayakab.go.id/index.php/berita/112-itb-rekomendasikan-kelayakan-perahu-ben-gashttp://dreamindonesia.wordpress.com/2012/04/08/inovasi-perahu-motor-berbahan-bakar-dari-kubu-raya/https://dreamindonesia.wordpress.com/tag/perahu-motor-berbahan-bakar-gas/http://lembagaenergihijau.blogspot.com/search/label/energi%20alternatif 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar